bolabet
indolucky7
football news and gossip

Zona Sang Legenda » Roger Milla, Si Tua Keladi dari Kamerun

 

Rabu, 3 Mei 2006, 06:21
Roger Milla, Si Tua Keladi dari Kamerun
 
Roger Milla, pada usia 38 tahun saat tampil di awal Piala Dunia 1990, sama sekali tidak diperhitungkan.

Ia tidak lebih dari seorang pemain biasa dalam tim Kamerun yang untuk kedua kalinya tampil di putaran final pesta sepakbola sejagat itu.

Tapi dalam lima pertandingan, ia mampu menyumbang empat gol, diselingi dengan goyang samba usai mencetak gol, yang membuat penyerang veteran itu muncul dalam daftar "hall of fame" Piala Dunia. Ia bahkan disebut-sebut sebagai pemain Afrika terbaik sepanjang masa.

Penampilan Milla untuk tim berjuluk Singa Perkasa di Piala Dunia 1990 Italia merupakan salah satu cerita menarik selama turnamen sebulan penuh itu ketika ia berhasil mengantar Kamerun babak perempat-final sebelum dihentikan Inggris.

Meski lebih sering tampil sebagai pemain pengganti, Milla justru menjadi tokoh sentral bagi tim asal Afrika Barat itu, ketika mencetak dua gol ke gawang Rumania, serta satu gol bersejarah saat mengalahkan Kolombia di putaran kedua.

Ciri khas Milla usai mencetak gol adalah, berlari sudut lapangan dan menggoyang-goyangkan pinggul sambil berpegang pada tiang bendera.

Lahir di Yaounde pada 1952, Milla mengawali karirnya di ibukota Kamerun itu bersama klub Eclair Douala, Leopards dan Tonnerre. Bersama klub tersebut, Milla berhasil meraih gelar juara kompetisi domestik yang mengantarnya sebagai Pemain Afrika Terbaik pada 1976.

Tidak puas hanya berkutat di liga dalam negeri, Milla pun mencoba peruntungan di Perancis. Ia pun kemudian mengganti nama asli dari Miller menjadi Milla agar terasa lebih bernuansa Afrika.

Bermain di Perancis ternyata memberi banyak kesuksesan sehingga ia pun mampu bertahan selama 14 tahun di negeri itu.

Setelah dua tahun membela Valenciennes, ia pun pindah ke Monaco dan ikut berjasa mengantar klub itu tampil sebagai juara Perancis pada 1980.

Tahun berikutnya, Milla juga berhasil meraih gelar juara, tapi kali ini bersama klub Bastia.

Pada 1982, Mila untuk pertama kali tampil di Piala Dunia, dari total tiga kali penampilannya. Cita-citanya baru terwujud selama sepuluh tahun membela tim nasional Kamerun, mulai sejak 1972.

Di Piala Dunia 1982 di Spanyol, langsung tersingkir di babak pertama gara-gara hanya kalah selisih gol dengan Italia yang akhirnya tampil sebagai juara.

Pada 1984, ia menjadi inspirasi tim saat Kamerun menjuarai Piala Afrika dan sukses itu kembali ia ulangi pada 1988.

Akhir 1980-an, keberadaan Milla secara berangsur-angsur mulai memudar dan kemudian hampir dilupakan. Statusnya pun seperti semi pensiun ketika bergabung dengan klub kecil St Pierre.

Milla seperti bangun dari tidur ketika ia dipanggil untuk memperkuat Kamerun di Piala Dunia 1990. Penampilannya yang mengesankandi Italia membuatnya untuk kedua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika.

Menjelang Piala Dunia 1994 di AS, Milla sempat berkelana dan bergabung dengan klub Indonesia Pelita Jaya, dimana Milla menyumbang 23 gol dari 23 kali pertandingan untuk mengantar klub itu ke tangga juara Liga Indonesia.

Milla kembali dipanggil untuk memperkuat Kamerun di Piala Dunia 1994. Namun di negara Paman Sam itu, tidak ada ulangan keajaiban seperti di Italia.

Namun setidaknya, Milla menoreh prestasi tersendiri karena satu-satunya gol balasan saat Kamerun ditenggelamkan Rusia 1-6, membuat dia tercatat sebagai pemain tertua di Piala Dunia yang mampu mencetak gol, yaitu 42 tahun satu bulan dan delapan hari.

Sumber gambar: planetworldcup.com

About us | Ingin Punya Situs? | Disclaimer | Info Iklan | Redaksi
© 2005 - 2010, Copyright www.zonabola.com, All Rights Reserved 
Best View in 1024 x 768 with IE 5+ & Firefox