bolabet
indolucky7
football news and gossip

Zona Sang Legenda » Kombinasi Mimpi, Kerja keras, dan Disiplin

 

Rabu, 31 Mei 2006, 06:26
Kombinasi Mimpi, Kerja keras, dan Disiplin
 
The power of Dream. Mimpi terbukti mempunyai kekuatan yang dahsyat dalam dalam diri seseorang. Lewat kekuatan mimpi, dari bukan siapa-siapa, seseorang bisa menjadi bintang yang dikenal di seantero jagad. Barangkali itulah yang ingin disampaikan Zico jika mengenang masa kecilnya.

Zico lahir pada 3 Maret 1953 di Quintino, pinggiran kota Rio de Janeiro. Pemilik nama lengkap Arthur Antunes Coimbra ini sewaktu kecil tidaklah istimewa. Tubuh yang mungil dan kurus membuatnya terlihat kecil di antara teman-temannya. Dengan latar belakang keluarga yang sederhana, Zico tumbuh menjadi seorang pemimpi. Siang hari dia habiskan dengan bermain-main bola dengan teman-temannya sedang di malam hari Zico bermimpi menjadi seorang pemain profesional suatu saat nanti.

Ternyata mimpinya tidak sia-sia. Suatu hari, seorang penyiar radio, Celso Garcia, melihat bakat dari anak ini. Garcia pun mengajaknya untuk mengikuti tes di Klub Flamengo. Tak disangka ini adalah awal terwujudnya mimpi-mimpi Zico menjadi seorang bintang besar. Namun kerja keras dan disiplin harus dia lakukan untuk membangun otot tubuhnya. Tahun 1973 menandai debut Zico bersama Flamengo.

Giringan bola yang paten serta kepiawaiannya dalam membobol gawang lawan membuatnya meraih gelar top skorer dengan torehan 49 gol tahun 1974. Rekor ini pun dia perbaiki dua tahun kemudian dengan mencetak 59 gol dalam satu musim kompetisi. Gelar domestik maupun internasional dia persembahkan untuk Flamengo. Piala Libertadores tahun 1981 dan Piala Interkontinental berhasil dia persembahkan.

Berbagai penghargaan pun diraihnya. Tahun 1977 majalah El Mundo menobatkan Zico sebagai pemain terbaik Amerika. Tahun 1981 dia dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia oleh Majalah Guerin Esportivo (Italia), El Balón (Spanyol), El Mundo dan Placar. Tahun 1982 kembali bungsu dari lima bersaudara ini mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol paling wahid di Negeri Samba dengan torehan 56 gol.

Pujian mengalir deras. Julukan “Pele Putih” akhirnya disematkan pada dirinya. Disebut demikian karena gaya bermain dan naluri mencetak golnya setara dengan legenda Brazil, Pele. Tidak hanya publik Brazil, masyarakat internasional pun sepakat bahwa pemilik nomer 10 ini adalah pemain terhebat sejagad. Sebagai puncaknya, dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada tahun 1983.

Petualangannya di Tim Nasional Brazil menghasilkan 52 gol dari 72 pertandingan yang diikutinya. Zico hadir di tiga Piala Dunia, yakni Piala Dunia 1978, 1982, 1986, namun di ketiganya Brazil harus pulang lebih awal. Yang lebih naas, Piala Dunia 1986 membuat noda dalam karir Zico. Dia gagal mengeksekusi penalti dan membuat Brazil disingkirkan Perancis.

Sebagai pemain terbaik Dunia, Zico mendapat banyak tawaran dari klub-klub Eropa. Dengan kontrak senilai 2.5 juta poundsterling, tahun 1983 Zico terbang ke Udinese, salah satu klub di Serie A Italia. Zico membawa perubahan di klub barunya. Udinese menjadi salah satu klub yang disegani di Negeri Pizza itu.

Tapi perbedaan pendapat muncul antara Zico dengan para petinggi tim. Zico tidak sepakat dengan kebijakan tim yang bermain lebih defensif. Perseteruan yang tak berujung itupun membawa Zico pulang dan kembali bermain untuk Flamengo tahun 1985. Zico pun belum sempat memberi gelar apapun untuk Udinese.

Ke Panggung Politik

Tahun 1990, Zico memutuskan mundur sebagai pemain. Karir politik mulai dijalaninya. Presiden Brazil yang baru terpilih, Fernando Collor de Mello, memberinya kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Olahraga. Meski hanya bertahan setahun, Zico berhasil membuat undang-undang berkaitan dengan sisi bisnis tim-tim olahraga. Undang-undang ini berhasil mengubah status klub-klub Brazil dari amatir menjadi profesional.

Adanya tawaran yang lebih menggiurkan, membuat Pele Putih ini meletakkan jabatan menteri dan berpetualang Negeri Sakura. Bersama Sumitomo Metal Industries soccer division (cikal bakal Kashima Antlers) Zico kembali merumput. Dengan etos kerja, profesionalitas, serta disiplin yang tinggi, dia berhasil membangun Kashima Antlers menjadi klub modern yang disegani di Jepang. Sebagai pemain, dia adalah idola baru bagi publik Negeri Matahari Terbit itu.

Tahun 1994 Zico resmi gantung sepatu. Sebuah klub didirikannya di tanah tumpah darah yang diberi nama Clube de Futebol Zico (Zico Football Club). Kiprahnya di Jepang tetap berlanjut dengan menduduki posisi Penasehat Teknis Kashima Antlers. Dan sejak Juli 2002 dia dipercaya menukangi Tim Nasional Jepang. Hasilnya, Mimpi, kerja keras dan disiplin yang tinggi telah meloloskan Jepang ke turnamen akbar empat tahunan, Piala Dunia 2006, di Jerman.

Guntur Utomo

Data dan Fakta

Nama lengkap : Arthur Antunes Coimbra

Lahir    : Quintino, 3 Maret 1953

Debut Klub  : tahun 1973

Debut Tim Nas : tahun 1976 (Lawan Uruguay)

Statistik (Jumlah gol, Pertandingan, rata-rata gol)

    * Flamengo    : 568 - 765 - 0.74
    * Udinese (Italia)   : 57 - 79 - 0.72
    * Kashima Antlers (Jepang) : 54 - 88 - 0.61
    * Tim Nasional Brasil   : 66 - 89 - 0.74
    * Masters soccer team  : 8 - 16 - 0.50
    * Lain-lain    : 44 - 49 - 0.90
    * Total     : 797 - 1086 - 0.73

Prestasi

    * Pemain Terbaik Amerika versi Majalah El Mundo (Venezuela) tahun 1977
    * Pemain Terbaik Dunia versi Majalah Guerin Esportivo (Italia), El Balón (Spanyol), El Mundo and Placar magazine tahun 1981
    * Pemain terbaik Amerika versi El Gráfico (Argentina) and El Mundo 1982
    * Top skorer Liga Brasil - 59 goals 1982
    * Rekor mencetak gol untuk Flamengo dalam satu musim - 49 gol 1974 dan 56 gol 1976
    * Runner up top skorer Liga Italia Serie A tahun 1983.

Sumber gambar: fifaworldcup

About us | Ingin Punya Situs? | Disclaimer | Info Iklan | Redaksi
© 2005 - 2010, Copyright www.zonabola.com, All Rights Reserved 
Best View in 1024 x 768 with IE 5+ & Firefox